PENGOLAHAN MINYAK SERAI

Inovasi Desa Nagori Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun

Ringkasan

Seraiwangi (C. nardus L) merupakan salah satu tanaman atsiri. Minyak yang dihasilkan dari tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai parfum, pengharum berbagai produk, kosmetika, pestisida nabati, dan sebagai bahan penghasil bioaditif untuk penghematan BBM.

Penanaman seraiwangi dapat dilakukan secara monokultur maupun pola tanaman campuran tanaman perkebunan maupun hortikultura lainnya, dan dapat digunakan sebagai tanaman konservasi lahan.

Selama ini masyarakat tani pedesaan di Bandar Tongah mengusahakan tanaman pangan seperti jagung, ubi kayu, dan tanaman perkebunan.

Dalam beberapa tahun terakhir sebagaian petani berinovasi dengan mengusahakan tanaman serai untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Latar Belakang

Nagori Bandar Tongah terletak di wilayah Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, merupakan salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya bertani dan berkebun. Serai Wangi menjadi primadona baru pertanian di Desa Bandar Tongah. Warga yang tergabung dalam Kelompok Tani berhasil mengembangkan komoditas ini dan diolah melalui penyulingan. Sereh wangi tumbuh subur dan perawatannya sangat mudah

Inovasi

Usaha minyak serai wangi sebagian besar masih dilakukan oleh masyarakat awam yang terbatas pengetahuannya tentang pengolahannya sehingga minyak yang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan, padahal nilai jualnya sangat ditentukan oleh kualitas minyak dan kadar komponen utamanya

Pengolahan sereh wangi dilakukan dengan cara destilasi atau proses penyulingan. Proses penyulingan ini menghasilkan dua produk, yaitu air destilasi dan minyak atsiri serai wangi. Budidaya serai merupakan inovasi pertanian yang berdampak ekonomi tinggi. Kehadiran produk serai wangi menjadi solusi dalam konservasi lahan dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani di Nagori (Desa) Bandar Tongah.

Proses

Untuk memulai mengembangkan dan mengelola usaha minyak serai wangi dan produk turunannya, diperlukan langkah dan pendekatan manajemen yang sistematis, terpadu serta  berkesinambungan. Pelaku perlu secara aktif memperhatikan potensi pasar, mencermati siklus hidup produk, merumuskan desain produk, membangun usaha dan rantai pasok yang kuat serta melakukan pemeliharaan peralatan produksi. Salah satu upaya penting dalam mempercepat pengembangan usaha adalah melakukan adopsi alih teknologi dan berinovasi. Pembinaan dari Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Penyuluh Pertanian sangat membantu pengolahan minyak serai.

Hasil

Tanaman seraiwangi dapat dipanen pertama setelah berumur 6 bulan, dan panen berikutnya setiap 3 bulan. Penyulinhan Serai wangi dapat menghasilkan minyak dengan rendemen 0,8-1,2%. Limbah hasil penyulingan dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Pembelajaran

Secara umum syarat tumbuh dan budi daya minyak serai wangi adalah sebagai berikut:

  1. Umumnya akan tumbuh di daerah dengan ketinggian rendah sampai dengan 4.000 m dpl. Namun, pertumbuhan akan optimal pada areal dengan ketinggian sampai 2.500 m dpl beriklim lembap dengan curah hujan merata sepanjang tahun.
  2. Pertumbuhan kurang baik pada tanah yang liat dengan tekstur ringan dan menahan air. Tanah berpasir dan cukup subur lebih baik daripada tanah berkapur untuk serai wangi.
  3. Iklim yang dikehendaki adalah yang mempunyai curah hujan 1.800–2.500 mm per tahun dengan distribusi yang merata dalam waktu 10 bulan.
  4. Derajat keasaman (pH) yang disukai 6,0–7,5 dan sinar matahari harus cukup.
  5. Perbanyakan tanaman yang termudah adalah dengan pemecahan rumpun tanaman dewasa.
  6. Serai wangi yang akan diambil minyak atsirinya agar dipangkas sebelum munculnya bunga karena jika bunganya sudah muncul, mutu minyaknya akan lebih rendah.
  7. Panen daun serai wangi pertama kali pada saat sudah berumur enam bulan sejak penanaman dan panen selanjutnya dapat dilakukan tiga kali setiap tahunnya
  8. Kriteria/waktu panen ditetapkan berdasarkan perkembangan, tinggi, dan tingkat kedewasaan tanaman. Ketepatan waktu panen sangat berpengaruh pada mutu dan rendemen minyak atsirinya

Rekomendasi

Manfaat minyak serai wangi sangat luas, kebutuhan pasar seraiwangi selalu meningkat 3-5% per tahun. Diperlukan perlengkapan dan peralatan yang memadai dalam proses pengolahan minyak serai.

Diharapkan dukungan pembinaan dari pemerintah daerah, khususnya dalam permodalan untuk pengembangan budidya seraidan penyulingan minyak serai wangi.

Kontak Informasi

  1. Yuyun (Ketua TPID Kec Bandar Huluan); 0812 6015 8888.
  2. Imelda (Pendamping Kec Bandar Huluan); 0852 6193 0146.
  3. Adi (Pengelola)